Pertanyaan :

Perkenalkan nama saya Mr. X, tinggal di Jakarta. Setahun lalu saya dikaruniai seorang putera dan kini sedang kebingungan untuk mencari produk asuransi/tabungan pendidikan anak.

Sebagai orang awam, saya kurang paham mana jenis asuransi/tabungan pendidikan yang menguntungkan (contoh : bedanya whole life atau term life) ? Apa pula bedanya antara asuransi murni dengan yang unit link ?

Untuk kebutuhan dasar yang saya cari : dana pendidikan dapat dicairkan saat anak memasuki jenjang TK, SD, SMP, SMU hingga masuk kuliah (proporsinya seperti apa ?), bisa mengcover asuransi kesehatan anak (untuk jenis sakit/kecelakaan apa saja), proteksi premi bila dalam satu waktu orang tua meninggal dunia, proses klaim pencairan manfaat/santunan seperti apa, besaran uang pertanggungannya, apakah ada masa tunggu / perlu check up kesehatan orang tuanya, dan seterusnya.

Mohon dapat disertakan ilustrasi dengan asumsi saya setor premi per bulan minimum sekitar Rp 500.000 – 1.000.000 per bulan.

Saudara saya menyarankan mencari jenis asuransi/tabungan pendidikan yang lebih banyak unsur proteksi ketimbang investasinya karena saya sendiri sebagai orangtuanya sudah punya asuransi jiwa, apakah itu benar ?

Jawaban :

Hai Mr. X, Thanks sudah kontak ke Asuransi365. Sebagai informasi awal kami adalah konsultan perencanaan keuangan dan juga asuransi. Senang bisa mendapatkan pertanyaan yang begitu panjang dan mendalam dari Anda. Untuk menjelaskan via tulisan tentunya tidak terlalu mudah karena banyak sekali aspek yang anda tanyakan.

Untuk saat ini saya akan memberikan gambaran umum beberapa poin kepada anda sebelum anda memutuskan untuk membeli produk investasi dan asuransi yang tepat.

Pertama, supaya lebih mudah kita pisahkan dulu konsep investasi dan asuransi karena ini adalah 2 hal yang berbeda. Investasi tujuannya untuk melipatgandakan uang guna melawan inflasi sedangkan asuransi tujuannya adalah untuk mengamankan uang anda dari risiko kemalangan. Saya ada artikel tentang 5 level cerdas finansial yang juga dapat anda baca.

Kedua, untuk anak anda yang paling dibutuhkan adalah investasi dana pendidikan dan juga asuransi kesehatan. Sedangkan untuk anda yang paling dibutuhkan adalah asuransi jiwa, kesehatan dan sakit kritis.

Ketiga, bicara produk untuk investasi yang paling ideal (mudah, murah, simple) adalah reksadana atau saham sedangkan untuk asuransi jiwa bisa gunakan unit link ataupun term life. Sama halnya dengan asuransi kesehatan dan sakit kritis bisa gunakan unit link dan term life. Silakan anda juga bisa baca artikel saya tentang unit link dan term life.

Keempat, untuk menghitung dana pendidikan anak anda perlu tahu berapa dana yang diperlukan saat ini (present value) dan berapa dana yang dibutuhkan nanti (future value). Untuk menghitungkan anda bisa gunakan kalkulator perencanaan keuangan atau bisa baca artikel saya tentang menghitung dana pendidikan anak.

Contoh : kalau saja total biaya kuliah saat ini 150 juta dengan laju inflasi sekitar 8% per tahun maka saat anak anda kuliah nanti di 16 tahun mendatang maka uang yang anda perlukan adalah sebesar 500 juta. Dan untuk mendapatkan uang tersebut maka anda perlu investasi sebesar sekitar 470 ribu setiap bulannya dengan asumsi pertumbuhan investasi rata-rata selama 16 tahun sebesar 18%.

Kelima, masih nyambung dengan nomor 4, silakan anda bisa beli produk reksadana saham secara rutin sebesar 470 ribu per bulan selama 16 tahun. Silakan bisa beli melalui bank ataupun secara online misalkan dari Indopremier. Sampai saat ini investasi pendidikan anak anda untuk kuliah sudah selesai kita hitung, untuk kebutuhan SMA, SMP bisa gunakan cara yang sama dengan poin nomor 4.

Keenam, proteksikan diri anda sebagai pemberi nafkah dengan uang pertanggungan jiwa minimal 500 juta plus asuransi sakit kritis sekitar 500 juta sd 1M plus dengan asuransi kesehatan.

Ketujuh, cari asuransi jiwa dan sakit kritis dengan pertanggungan seperti di atas. Untuk asuransi kesehatan biasanya sudah mendapatkan fasilitas dari kantor sehingga sementara saya abaikan dulu. Kalau melihat dari salah satu produk Allianz maka untuk mendapatkan manfaat tersebut (jiwa 500 juta dan sakit kritis 500 juta) anda perlu membayar premi sebesar 600 ribu per bulan. (asumsi usia anda saat ini 30 tahun)

Kedelapan, kembali ke poin nomor 1 dan 2. Jika anda selama 16 tahun ke depan sehat walafiat maka anda akan mendapatkan hasil investasi reksadana sekitar 500 juta dengan rutin investasi 470 ribu per bulan dan asumsi pertumbuhan rata-rata 18% per tahun. Dana ini bisa digunakan untuk anak anda kuliah nanti. Kemudian skenario terburuk misalkan di 5 tahun mendatang anda mengalami kecelakaan dan meninggal dunia maka keluarga anda (anak anda) akan mendapatkan warisan dari asuransi jiwa anda sebesar 500 juta dan uang tersebut dapat disimpan di tabungan untuk digunakan di 16 tahun mendatang untuk kuliah.

Nah inilah yang namanya perencanaan keuangan termasuk di dalamnya adalah perencanaan investasi dan perencanaan asuransi sehingga dengan pemahaman konsep yang lebih baik dan benar anda dapat memilih produk yang terbaik.

Saat ini saya tidak memberikan ilustrasi apapun dulu sebelum anda memahami apa yang saya sampaikan karena pemahanan anda jauh lebih penting untuk saat ini. Selanjutnya silakan anda bisa chat WA saja dengan saya secara langsung di nomor 0811.929.365. Terima kasih.

Salam Cerdas Finansial

 
Asuransi365
Hai, saya Andreas seorang Certified Financial Planner (CFP) & Insurance Consultant. Untuk free konsultasi seputar perencanaan keuangan dan asuransi silakan kontak saya via Telp/WA di 0811.929.365

Leave a Reply