Dalam beberapa hari ini banyak sekali yang bertanya kepada saya melalui email dan WA (0811 12 8338) mengenai panduan investasi reksadana. Sebenarnya secara basic investasi reksadana ini sudah saya jelaskan di artikel tentang pedoman investasi reksadana.

Oke mungkin kurang teknis kali ya di artikel tersebut. Nih sekarang saya coba memberikan panduan investasi reksadana step by step nya ya.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Ligwina Hananto selalu mengulang pertanyaan yang sama yaitu “tujuan loe apa ?” dan saya pun juga melakukan hal yang sama. Setiap orang bertanya gimana cara investasi reksadana, jenis apa yang bagus, dll selalu saya balikin tujuan loe apa ? Ini hal utama yang krusial yang harus dijawab dulu karena beda tujuan beda produk. Sama kalau anda dari Jakarta mau ke Bogor ya cukup pakai kendaraan mobil, tapi kalau dari Jakarta mau ke Jayapura ya gak bisa pakai mobil harus menggunakan pesawat.

Apa sih yang dimaksud tujuan di sini ? Investasi yang mau anda lakukan itu tujuan akhirnya buat apa ? Misal investasi buat pendidikan anak, buat pensiun, buat DP rumah, buat ibadah haji, buat pernikahan anak, buat jalan-jalan, dll. Nah ketika sudah tahu tujuannya untuk apa maka anda sudah bisa tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Misal buat pendidikan kuliah anak di 15 tahun mendatang, pensiun di 20 tahun mendatang, dll.

Nah kalau tujuan sudah jelas dan lama investasi sudah jelas baru tentukan jenis reksadana yang aman yang direkomendasikan. Gimana menentukannya ? Lihat panduan investasi reksadana sesuai dengan tabel di bawah ini.

Panduan Investasi ReksadanaMana yang dipilih ? Kalau usia di bawah 45 pilih agresif saja kalau di atas 45 bisa pilih moderat dan kalau sudah pensiun pilih yang konservatif.

2. Tentukan Jumlah Yang Mau Diinvestasikan

Setelah tahu tujuan dan lama investasi, maka berikutnya adalah hitung berapa yang harus diinvestasikan setiap bulannya. Caranya gunakan kalkulator perencanaan keuangan android yang bisa di download di sini atau kalau tidak punya android pakai saja versi websitenya di www.mengelolakeuangan.com. Kalau sudah download baca manualnya ya supaya bisa ngerti cara pakainya. Contoh misalkan mau untuk pendidikan anak yang saat ini usia 2 tahun (15 tahun lama investasi) dengan asumsi total biaya kuliah hingga lulus saat ini adalah 150 juta dengan kenaikan harga sekitar 8% per tahun.

BACA :   Mengapa Menolak Asuransi ?

Karena tujuan investasi di atas 10 tahun maka silakan gunakan reksadana jenis saham (sesuai tabel di atas) dengan asumsi pertumbuhan rata-rata per tahun 25% sehingga investasi bulanan yang diperlukan adalah sebesar 248.360 atau kalau kita bulatkan menjadi 250 ribu.

3. Pilih dan Beli Reksadana

Nah kalau sudah selesai hitungnya berikutnya adalah action beli reksadana. Rekomendasinya saat ini adalah di Bank Commonwealth atau Bank Mandiri. Mengapa ? Karena jual retail mulai dari harga 100 ribuan. Atau kalau mau online base silakan bisa beli di www.ipotfund.com. Caranya buka account dulu kalau di bank ketemu dengan Pak Satpam dan info mau beli reksadana supaya di arahkan ke Financial/Investment Advisor. Kalau di ipotfund tinggal klik saja open account dan ikuti petunjuk yang diberikan sampai dengan mendapatkan rekening dana investor (RDI) yang atas nama anda.

Setelah buka account berikutnya adalah baru cari reksadana yang sesuai. Maksudnya sesuai ini adalah yang kinerjanya bagus. Gimana caranya ? Saya sudah menuliskan artikelnya di Tips Memilih Reksadana – Investasi 100 Ribuan.

Kalau sudah diputuskan mau beli yang mana selanjutnya adalah tinggal beli isi formulir kalau di bank atau klik buy kalau di ipotfund dan pastikan dana sudah tersedia sebesar 250 ribu (untuk dana kuliah anak) di RDI anda.

Oh ya pastikan reksadana yang mau anda beli bisa di harga 250 ribu karena ada beberapa reksadana yang mensyaratkan minimal 500 ribu atau 1 juta atau 5 juta atau bahkan 10 juta. Tapi banyak juga yang bisa investasi dengan nilai 100 ribu atau 200 ribu saja.

4. Mau Investasi Rutin Pakai Auto Investment

Untuk investasi rutin setiap bulan sebesar 250 ribu, silakan informasikan ke staff bank bahwa anda mau investasi rutin di reksadana yang dipilih sejumlah 250 ribu setiap bulannya dan nanti akan diberikan form kuasa pendebetan rekening. Kalau di ipotfund cari menu Auto Investment masukkan nama reksadana, jumlah dan tanggal auto investmentnya. Pastikan ada dana di rekening tabungan di bank atau RDI sejumlah 250 ribu setiap tanggal auto investnya.

BACA :   Gaya Hidup Sehat itu 4 Sehat Plus 5 Sempurna

5. Pantau Hasil Investasi

Setiap kali anda membeli reksadana baik melalui bank atau ipotfund maka setiap bulan anda akan mendapatkan report hasil investasi anda dari manager investasi yang anda pilih. Dari report ini anda akan dapat mengetahui berapa pertumbuhan uang anda setiap bulannya. Kalau di ipotfund silakan bisa cek setiap saat di menu portofolio. Lakukan review terhadap kinerja reksadana yang anda pilih setiap 6-12 bulan sekali dan gunakan teknik review hasil investasi sama seperti Tips Memilih Reksadana – Investasi 100 Ribuan

Sudah cukup jelas panduan investasi reksadana ini ? Kalau anda beli di bank tenang saja anda akan dipandu dan dijelaskan lebih detail oleh petugas bank yang melayani anda, atau kalau di ipotfund ya harus belajar sendiri sih tapi simple koq, utak atik beberapa kali juga pasti bisa. Saran saya untuk awal mulailah dengan investasi bulanan dulu jangan investasi sekaligus dengan nilai yang besar. Untuk awal-awal anda tetap perlu beradaptasi dengan si reksadana sebagai tabungan zaman digital ini.

Oke kurang lebih gitu deh cara atau panduan investasi reksadana. Selanjutnya silakan beli asuransi melalui Asuransi365 dan dapatkan edukasinya gratis senilai 5 juta termasuk edukasi tentang investasi reksadana ini.

 
Asuransi365
Hai, saya Andreas Hartono, CFP seorang Certified Financial Planner & Insurance Consultant. Untuk free konsultasi silakan kontak saya via Telp/SMS/WA di 0811.128.338

NO COMMENTS

Leave a Reply