Prinsip investasi cara bodoh tetapi sangat efektif dan jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Kenapa saya bilang bodoh karena menggunakan logika yang paling sederhana tanpa perlu banyak pakai mikir. Gimana caranya ? Coba anda pelajari dulu ilustrasi saya di bawah ini.

Kalau saja anda saat ini mempunyai uang sejumlah 300 juta dan uang tersebut harus anda titipkan kepada teman anda, maka anda akan menitipkan uang tersebut kepada teman lama yang sudah anda kenal dengan baik atau kepada teman yang baru saja anda kenal ? Secara umum pasti anda cenderung akan menitipkan kepada teman lama yang sudah anda kenal dengan baik. Bener demikian ? Mengapa ? Ya secara bodoh kita dapat mengatakan bahwa “saya kenal” dengan teman lama ini dan saya “kurang kenal” dengan teman yang baru ini. Secara otomatis naluri kita akan lebih percaya kepada teman lama.

Nah sebenarnya logika sederhana atau cara bodoh ini juga bisa kita praktekkan dalam hal investasi. Ada sebuah booth di mal yang berjualan investasi produk kayu jambon, seorang teman bertanya apakah ini bagus ? Karena kalau melihat dari brosurnya memang menggiurkan. Lalu saya bertanya kepada teman saya ini “kamu tahu apa itu kayu jambon ?” Kemudian teman saya ini menjawab “tidak”. Ya sudah kalau gitu kita pergi saja dulu dari tempat ini sebelum anda terbujuk rayu oleh si sales dan saya bilang kepada teman saya ini “jangan investasi di tempat yang anda tidak kenal” apalagi kalau duit yang dimiliki untuk investasi pas-pasan. Sebenarnya itulah prinsip investasi cara bodoh untuk meminimalkan risiko yaitu investasilah di tempat yang anda kenal dan bukan di tempat yang anda baru kenal atau bahkan tidak kenal sama sekali.

Lalu bagaimana dengan investasi anda seperti untuk pendidikan anak ? Ke mana uang anda investasikan ? Apakah anda investasikan ke tempat yang anda kenal baik atau ke tempat yang abu-abu atau bahkan gelap bagi anda ? Mari kita aplikasikan prinsip investasi cara bodoh ini untuk masa depan finansial anak anda.

Prinsip Investasi Cara Bodoh

Prinsip investasi cara bodohKalau saya bertanya kembali kepada anda maka di antara 5 nama ini mana yang paling anda familiar atau bahkan kenal dengan baik apakah Bank BCA, Bank BRI, Telkom, Prudential, Allianz atau Manulife? Kalau kita lakukan survei saya yakin bahwa 3 nama pertama itu adalah perusahaan yang paling anda kenal sejak zaman dulu dibandingkan dengan 3 nama perusahaan terakhir.

Sekarang bagaimana dengan ke-6 nama berikut ini mana yang lebih anda kenal apakah saham Bank BCA, saham Bank BRI, Saham Telkom atau Prulink Rupiah Equity Fund, SmartLink Rupiah Equity Fund, Manulife Dana Ekuitas. Saya yakin 3 nama pertama pasti anda lebih kenal apalagi kalau kata ‘saham’ saya hilangkan. Bagaimana dengan 3 nama terakhir ? Bingung khan sebenarnya itu apa ? Itu adalah produk investasi yang ada dalam produk unitlink Prudential, Allianz dan Manulife.

Kalau anda lebih mengenal 3 nama pertama tapi koq banyak orang yang malah menempatkan produk investasinya ke tempat dengan nama-nama yang sebenarnya gak umum di telinga ? Nah sekarang mulai makin aneh khan kita sebenarnya tidak memahami dengan detail perusahaan dan produk yang dijual tersebut tetapi koq menempatkan uang secara rutin ke sana ? Ini sama dengan ibarat anda menitipkan uang ke teman baru yang belum anda kenal dengan baik.

Kalau anda lebih kenal dengan nama BCA, BRI dan telkom mengapa anda tidak investasi dengan membeli saham dari ketiga perusahaan tersebut tetapi malah investasi di tempat yang belum anda kenal dengan baik di unit link ? Jawabannya karena tidak ada yang ngajarin caranya dan agen yang datang ke tempat anda malah menakut nakuti anda untuk tidak investasi di saham dan menyarankan investasi di unit link saja dengan bumbu-bumbu manis lainnya. Akhirnya banyak orang investasi di produk unit link yang sebanarnya sangat abu-abu bahkan gelap dengan detail produk yang mereka beli.

Apa akibatnya ? Banyak orang kecewa setelah 5 tahun atau 10 tahun menempatkan uang mereka di unit link. Balik modal saja tidak apalagi untung kata banyak orang dan akhirnya unit link dilabel dengan nada negatif bahkan banyak membuat orang menjadi traumatik. Padahal unit link itu tidak salah karena dia adalah produk asuransi yang utama tetapi diplesetin oleh banyak orang menjadi produk investasi. Maka jadi kusutlah konsep investasi dan asuransi yang benar.

Apakah saham itu memiliki risiko yang besar ? Iya kalau anda membeli saham perusahaan yang anda tidak kenal tetapi risiko menjadi semakin kecil ketika anda membeli saham perusahaan-perusahaan besar seperti Bank BCA, BRI, Mandiri, Telkom, Astra International, Unilever, Indofood dan Kalbe Farma. Apakah prosesnya mudah ? Untuk awal memang agak ribet karena ada banyak dokumen yang harus anda isi sendiri, beda dengan unit link yang semuanya akan diisi oleh agen. Tetapi setelah aplikasi selesai dan disetujui maka proses investasi menjadi jauh dan jauh lebih mudah dan fleksibel dibandingkan dengan unit link, anda dapat investasi dengan membeli saham langsung melalui smartphone anda.

Jadi coba cek kemana anda investasi selama ini ? Ke perusahaan yang anda kenal dengan baik atau ke perusahaan yang baru saja anda kenal ? Mari gunakan prinsip investasi cara bodoh tetapi sangat logis dan jauh lebih menguntungkan.

Pastikan anda membeli asuransi yang benar dan investasi juga di tempat yang benar. Kami Asuransi365 lebih dari sekedar agen asuransi karena kami memberikan sebuah konsep perencanaan keuangan yang holistik. Kami memiliki sertifikasi sebagai seorang Certified Financial Planner (CFP) yang diakui secara internasional. Kami menjual asuransi dan akan memberikan edukasi secara gratis bagaimana investasi yang benar melalui instrumen saham dan reksadana. Silakan hubungi kami untuk free konsultasi melalui WA di 0811.929.365

 
Asuransi365
Hai, saya Andreas seorang Certified Financial Planner (CFP) & Insurance Consultant. Untuk free konsultasi seputar perencanaan keuangan dan asuransi silakan kontak saya via Telp/WA di 0811.929.365