Unit Link Lagi ? Cape Deh… – Tidak ada habis-habisnya problematika nasabah yang konsultasi secara pribadi kepada saya mengenai unit link yang dimiliki. Kalau mau jujur mengatakan sebenarnya capek deh ngurusin produk yang namanya unit link ini karena mayoritas banyak yang salah beli produk ini dengan tujuan yang tidak semestinya.

Unit link ini memang menjadi problem karena dianggap sebagai instrumen investasi dibandingkan dengan instrumen proteksinya. Umumnya banyak yang mengeluh koq sudah nabung sekian tahun ternyata hasilnya lebih kecil dibandingkan dengan premi yang disetorkan selama ini. Ya iyalah karena kalau anda mau investasi dan membeli unit link maka anda telah salah dalam memilih produk.

Kenapa uang yang dihasilkan umumnya lebih kecil dibandingkan dengan premi yang telah disetorkan ?

Pertama, dalam unit link anda akan kena yang namanya biaya akusisi atau porsi uang premi yang menjadi hak-nya perusahaan asuransi dan bukan hak nasabah. Umumnya biaya akusisi ini dikenakan dalam 5 tahun pertama dengan besaran biaya akusisi 7,5% hingga 100%. Artinya 100% itu adalah jika anda menyetorkan premi 1 juta sebulan maka 1 juta yang anda setorkan tersebut akan menjadi milik perusahaan asuransi dan anda tidak akan mendapatkan nilai apa2 bahkan anda telah berutang kepada perusahaan asuransi untuk membayar biaya-biaya asuransi anda di tahun tersebut.

Kedua, komposisi premi menentukan hasil. Hal ini masih berkorelasi dengan poin pertama, agen yang nakal akan cenderung memasukkan semua premi yang anda bayarkan dalam premi berkala sehingga dikenakan biaya akuisisi yang sangat besar. Semakin besar premi berkala maka semakin senang si agen karena dia akan mendapatkan komisi yang besar padahal di sisi lain banyak hal yang dirugikan dari sisi nasabah.

Ketiga, ada biaya asuransi yang harus anda bayarkan. Besarnya berapa tergantung manfaat yang anda ambil. Semakin banyak manfaat dan semakin besar nilai manfaat maka biaya yang akan dipotong menjadi semakin besar. Dalam praktek yang sering saya jumpai adalah banyak agen dengan seenaknya dia memberikan banyak manfaat kepada nasabah padahal manfaat tersebut belum tentu dibutuhkan oleh seorang nasabah.

unit link lagi cape dehKeempat, hasil investasi yang kecil. Kalau poin ini memang sangat relatif karena ditentukan oleh faktor ekonomi nasional dan global. Kalau dilihat dari data bloomberg dalam 5 tahun terakhir ini pertumbuhan investasi unit link di kisaran -3% dan hingga 12%. Artinya pertumbuhannya dalam 5 tahun terakhir ini sangat kecil bahkan lebih kecil dibandingkan pertumbuhan deposito.

Nah coba bayangkan kalau keempat poin digabungkan dalam polis asuransi unit link anda maka jangan berharap banyak dari investasi di unit link tersebut, yang anda kemungkinan besar uang yang anda setorkan akan lebih besar dibandingkan dengan hasil investasi yang anda dapatkan saat ini.

Lalu apakah unit link itu jelek ? Jujur kalau mengatakan jelek iya kalau ditujukan untuk tujuan investasi tetapi unit link masih dapat dikatakan baik dan bagus kalau ditujukan untuk tujuan proteksi atau asuransi.

Tapi kenapa koq unit link masih sangat laku dijual sebagai produk investasi dibandingkan dengan produk asuransi?

Pertama, kecerdasan finansial khususnya kecerdasan investasi dan kecerdasan asuransi masyarakat Indonesia masih sangat rendah bahkan membedakan asuransi dan investasi saja kadang tidak bisa sehingga terjebak pada produk yang salah.

Kedua, agresifitas agen unit link yang sangat tinggi yang tidak diimbangi dengan ilmu yang memadai sehingga pokoknya hajar saja yang penting bisa mendapatkan komisi dan dapat menenuhi tuntutan target dari leader di atasnya. Asal cuap saja mau benar atau tidak benar tidak jadi urusan yang penting closing case.

Ketiga, ada 1 mindset yang salah bagi banyak orang di Indonesia yaitu mereka kalau membeli asuransi tidak mau uangnya hangus padahal asuransi yang benar itu pasti uangnya hangus. Jadi kalau ada orang yang masih punya mindset beli asuransi tetapi tidak mau uangnya hangus maka bersiap-siaplah anda akan termakan rayuan agen asuransi unit link dan anda akan kecewa di kemudian hari karena tidak mendapatkan manfaat yang optimal.

Salam Cerdas Finansial

 
Asuransi365
Hai, saya Andreas seorang Certified Financial Planner (CFP) & Insurance Consultant. Untuk free konsultasi seputar perencanaan keuangan dan asuransi silakan kontak saya via Telp/WA di 0811.929.365

Leave a Reply