Hati-hati Asuransi Unit Link Bermasalah Besar

Asuransi unit link bermasalah besar ! Nah loh apa maksudnya nih judul yang sangat provokatif ini ? Hehehe. Pagi ini saya sedikit iseng ingin melihat bagaimana pertumbuhan hasil investasi yang ada di asuransi unit link, saya pun membuka website bloomberg dan menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan dan mengkhawatirkan. Mengapa ? Karena dalam 5 tahun terakhir ini pertumbuhan hasil investasi di unit link sangat tidak menggembirakan. Sebenarnya ini tidak hanya terjadi di asuransi unit link tetapi juga hampir di semua investasi yang berbasis pasar modal.

Mengapa saya katakan dengan sebuah judul yang provokatif asuransi unit link bermasalah besar ? Saya banyak menjumpai para teman ataupun klien ataupun agen yang menjual asuransi unit link dengan konsep menabung atau lebih mementingkan investasi daripada proteksi. Kalau fokus pada menabung atau investasi maka dalam 5 tahun terakhir ini sudah pasti apa yang dikatakan oleh agen sangat sangat berbeda dengan apa yang anda dapatkan di atas sebuah kertas yang bertuliskan ilustrasi asuransi.

Meskipun pihak asuransi tidak salah karena pihak asuransi selalu mengatakan bahwa ilustrasi itu adalah sebuah ilustrasi dan tidak ada jaminan tetapi banyak para agen yang menjadikan ilustrasi sebagai senjata untuk klien agar mau menabung di asuransi unit link. Nasabah pun juga mayoritas buta dengan dunia investasi unit link ataupun reksadana sehingga akan menerima saja bulat-bulat setiap informasi termasuk kertas ilustrasi yang dia dapatkan. Dia berharap dalam 5 atau 10 tahun mendatang akan mendapatkan sejumlah uang yang besar yang dapat dia gunakan untuk banyak hal.

Secara sejarah asuransi, memang unit link ini adalah asuransi yang memberikan nilai proteksi tertentu plus hasil investasi yang besarnya tidak dijamin oleh perusahaan asuransi. Celakanya banyak yang menjual asuransi unit link terbalik balik dimana asuransi unit link lebih ditekankan pada investasinya ketimbang nilai proteksi dan istilah premi pun banyak yang diplesetkan dengan kata tabungan. Nah kalau ini yang terjadi maka inilah yang akan mengakibatkan asuransi unit link bermasalah besar karena hasil investasinya sangat jauh dari harapan banyak agen dan juga nasabah.

Dalam ilustrasi asuransi unit link selalu tertera hasil investasi rendah, sedang dan tinggi. Kalau melihat hasil investasi yang tinggi ini memang kadang terasa sangat menggiurkan. Ada perusahaan asuransi yang mematok return tinggi ini dengan nilai 16%, 18% bahkan 20% per tahun. Kalau saja kita kembali sekitar tahun 2003 hingga 2008 angka ini bukanlah angka yang ajaib karena secara data ekonomi memang pertumbuhan pasar modal kita sangat luar biasa kinclong tetapi mulai tahun 2008 hingga saat ini kondisi pasar modal Indonesia seperti roller coaster dan semakin tahun pertumbuhannya semakin kecil.

Dahulu bahkan kita bisa cukup yakin rekasadana saham bisa bertumbuh sekitar rata-rata 25% per tahun dalam waktu 10 tahun investasi, tetapi saat ini para financial planner pun sudah tidak berani pasang angka 25% dan hanya memberikan estimasi di kisaran 18-20% saja per tahunnya untuk investasi selama 10 tahunan lebih.

Balik ke asuransi unit link bermasalah, mari kita lihat dulu bagaimana pertumbuhan index saham Indonesia kemudian kita lihat 2 asuransi unit link terbesar di Indonesia yaitu Prudential dan Allianz.

Pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau bahasa asingnya juga dikenal dengan Jakarta Composite Index (JCI). Kalau melihat data grafik dari bloomberg ini hasilnya :

asuransi unit link bermasalah - IHSG

Kalau membaca grafik itu di akhir tahun 2010 indeks kita ada di sekitar angka 3642 dan di akhir 2015 sekitar 4612 artinya kalau kita hitung bunga compounding selama 5 tahun ini pertumbuhannya hanya sekitar 4,8% per tahun.

Kedua, hasil investasi dari salah satu asuransi unit link terbesar di Indonesia yaitu Prudential dengan nama produk Prulink Rupiah Equity Fund, grafiknya sebagai berikut :

asuransi unit link bermasalah - Prudential

Dari data kalau kita hitung secara compunding di akhir tahun 2010 nilainya sekitar 11.172 dan di akhir 2015 nilainya sekitar 12.617, artinya setahun terjadi kenaikan rata-rata skeitar 2,5% dalam 5 tahun terakhir ini.

Ketiga, hasil investasi dari asuransi unit link Allianz dengan nama produk SmartLink Rupiah Equit Fund, ini grafiknya :

asuransi unit link bermasalah - Allianz

Coba kalau kita hitung di akhir tahun 2010 nilainya sekitar 1780 dan di akhir 2015 nilainya sekitar 2258, yang artinya secara rata-rata terjadi kenaikan sekitar 4,9% dalam 5 tahun terakhir.

Nah kalau melihat data statistik dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan investasi di asuransi unit link dengan penempatan dana di saham pertumbuhannya berada di kisaran 2,5% sampai dengan 4,9% yang artinya sangat jauh dari estimasi nilai tertinggi di 16% atau 18%. Bahkan secara rata-rata pertumbuhannya masih berada cukup jauh dari bunga deposito di kisaran 6-7% net per tahun.

Belum lagi di asuransi unit link ada yang namanya biaya akuisisi untuk 5 tahun pertama yang akan menyebabkan hasil investasi anda menjadi semakin kecil lagi dibandingkan dengan total uang premi yang anda setorkan setiap bulannya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan data tersebut dan tidak ada yang salah dengan asuransi unit link karena memang asuransi unit link tidak pernah menggaransi berapa pertumbuhan yang bisa nasabah dapatkan, tetapi asuransi unit link bermasalah ketika agen fokus menjual asuransi unit link ke sisi investasi. Dalam benak saya terbayang secara sederhana bagaimana kecewanya nasabah ketika mengetahui uangnya tidak bertumbuh dengan sempurna ? Mereka akan protes karena hasilnya ternyata meleset jauh dari perkiraan awal dan pada akhirnya mereka akan memiliki image yang buruk dengan yang namanya asuransi unit link.

Tapi ini adalah data 5 tahun terakhir, sedangkan investasi khan katanya tujuan jangka panjang. Iya betul, tapi dengan data 5 tahun terakhir yang hanya bertumbuh 2,5-4,9% seberapa kencang dia bisa bertumbuh di tahun-tahun berikutnya hingga bisa mencapai rata-rata 16-18%, bagi saya masih cenderung pesimis melihat pola trend kondisi ekonomi nasional dan global yang semakin tahun menunjukkan data yang cenderung negatif.

Sebenarnya kondisi buruk ini tidak hanya dialami oleh asuransi unit link tetapi juga dialami oleh banyak reksadana yang berbasis saham, misalkan saja salah satu reksadana saham yang sangat populer yaitu Schroder Dana Prestasi Plus, dari data bloomberg menunjukkan dalam 5 tahun terakhir pun pertumbuhan rata-ratanya hanya sekitar 4,6% saja per tahunnya.

Dari data ini ada banyak kesimpulan yang bisa kita ambil baik dari sisi investasi maupun sisi asuransi antara lain sebagai berikut :

  1. Pertumbuhan investasi di pasar modal dalam 5 tahun terkahir hanya bertumbuh sekitar 2,5-4,9% per tahunnya
  2. Untuk mendapatkan pertumbuhan yang besar maka diperlukan sebuah strategi tambahan dalam investasi yaitu buy and switch
  3. Kembalikan asuransi unit link sebagai produk asuransi dan investasi sebagai manfaat tambahan yang tidak dijamin hasilnya, bukan dibalik dimana investasi menjadi hal utama dan proteksi sebagai hal kedua.

Semoga hasil riset sederhana ini dapat memberikan pencerahan bagi agen ataupun nasabah ketika akan menjual ataupun membeli asuransi unit link kalau tidak asuransi unit link bermasalah akan menghampiri anda di kemudian hari.

Oh ya sebagai catatan hasil riset ini belum tentu benar dilihat dari sudut pandang yang lain, saya hanya mencoba menyajikan data dan sedikit memberikan perhitungan matematis dari data bloomberg yang saya dapatkan.

Salam,

Asuransi365
Beli asuransinya dapatkan bonus edukasi untuk keluarga.

 
Asuransi365
Hai, saya Andreas seorang Certified Financial Planner (CFP) & Insurance Consultant. Untuk free konsultasi seputar perencanaan keuangan dan asuransi silakan kontak saya via Telp/WA di 0811.929.365

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.