7 Alasan Mengapa Jangan Investasi di Unit Link

Jangan investasi di unit link… Kali ini artikelnya agak provokatif ya. Hehehe. Tapi bener koq sebagai praktisi sekaligus pengajar perencanaan keuangan serta asuransi maka saya cenderung mengatakan kepada anda untuk jangan investasi di unit link untuk tujuan pendidikan anak ataupun pensiun. Mari kita kembalikan unit link ke habitatnya yang asli yaitu proteksi asuransi yang utama. Coba lihat nama-nama perusahaan asuransi besar seperti PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Prudential Life Assurance, PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT. Asuransi Jiwa Generali Indonesia, dkk. Ada kata yang sama khan yaitu life atau asuransi jiwa. Jadi semua perusahaan asuransi besar itu adalah perusahaan asuransi bukan perusahaan investasi. Jelas khan kalau dilihat dari namanya saja.

Sekarang coba cek dengan perusahaan real investasi seperti PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Schroder Investment Management Indonesia, dkk. Kalau ini adalah real dari namanya saja sudah jelas perusahaan investasi.

Jangan investasi di unit link

Jadi kalau ada agen unit link yang mengedepankan investasinya dibandingkan asuransinya menjadi salah kaprah dan inilah salah satu hal yang merusak konsep asuransi yang baik dan benar.

Lalu kenapa di unit link ada investasinya ? Unit link sebenarnya adalah produk lanjutan dari asuransi tradisional yang dibenci begitu banyak orang karena uang preminya hangus. Hehehe. Maka unit link ini mengajak orang supaya mau berasuransi karena uangnya tidak hangus, padahal yang benar tetap akan hangus juga tapi lamaaaa hangusnya. Unit link menggabungkan asuransi dengan investasi dimana tujuan investasi ini supaya uang nasabah tidak hangus dan mampu membayar asuransi nasabah hingga usia 100 tahun meskipun nasabah hanya menyetorkan uangnya salama 10 tahun saja. (Tentang unit link silakan bisa baca di sini)

Nah maka Asuransi365 mengajak nasabah untuk mengembalikan unit link ini ke fungsi asuransinya dan bukan investasinya yang utama. Untuk investasi mari kita kembalikan ke perusahaan investasi yang sesungguhnya. Kalaupun anda memaksa mau berinvestasi di unit link ya silakan saja itu pilihan anda.

Berikut adalah 7 alasan untuk jangan investasi di unit link :

  1. Uang anda akan banyak yang hangus di tahun 1-5 karena diambil oleh perusahaan asuransi unit link untuk biaya akuisisi. Di sini aja sudah aneh koq mau investasi malah uang saya diambil. Hehehe. Jadi kalau mau ambil hasil investasi sebelum tahun ke-3 jangan berharap ada uangnya. Beda dengan reksadana yang bisa anda ambil kapan pun.
  2. Kalaupun investasi ditempatkan sebagai top up berkala maka akan berbiaya tinggi karena sebagian unit link menerapkan biaya administrasi sekitar 3-5% untuk setiap kali top up untuk investasi berkala. Bandingkan dengan reksadana yang 0% atau biasanya paling besar 2% saja biaya administrasinya.
  3. Tidak fleksible, kalau ada uang lebih dan mau diinvestasikan harus mencari agen dulu karena harus isi segala macam form. Beda kalau reksadana yang online bisa beli kapan aja tanpa harus berhubungan dengan agen asalkan punya komputer, kalaupun gak punya komputer bisa pinjam komputer teman atau sewa di warnet. Anda bisa beli kapan saja, mau beli sehari 3 kali juga bisa dan boleh. Hehehe
  4. Sama dengan nomor 3 untuk penarikan uang hasil investasi atau switching portofolio investasi harus melalui agen, kalau reksadana online bisa dilakukan sendiri melalui komputer.
  5. Ribet menghitungnya, karena kalau hasil investasi anda ambil maka asuransi anda jadi tidak stabil alias gak tahu bisa aktif sampai kapan karena uang hasil investasi untuk bayar premi setelah cuti premi sudah berkurang.
  6. Mantau hasil investasi lebih repot karena campur aduk untuk asuransi, berbeda dengan reksadana yang bisa dipantau langsung hasilnya di portofolio investasi anda.
  7. Minimum top up (nambah investasi) mahal bahkan bisa jutaan, kalau di reksadana top up bisa mulai dari 100 ribu sekali beli.

Sudah tahu khan mengapa jangan investasi di unit link ? Jadi sebenarnya kalau ada agen yang memaksakan nasabah melakukan investasi untuk pendidikan anak atau pensiun menurut saya jadi rada konyol, biasanya si agen juga tidak tahu apa itu reksadana sehingga menganggap semua kebutuhan perencanaan keuangan bisa dipenuhi dari 1 produk yang namanya unit link saja.

Jangan investasi di unit link. Mari kembalikan unit link ke fungsinya sebagai asuransi dan mari gunakan instrumen reksadana atau produk investasi lainnya untuk melakukan investasi yang sebenarnya.

Beli asuransi melalui Asuransi365 dan dapatkan free edukasi investasi dan parenting

Salam Cerdas Finansial,
Asuransi365
Free konsultasi (WA) : 0811.929.365

 
Asuransi365
Hai, saya Andreas seorang Certified Financial Planner (CFP) & Insurance Consultant. Untuk free konsultasi seputar perencanaan keuangan dan asuransi silakan kontak saya via Telp/WA di 0811.929.365

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.